SMS gratis

Sabtu, 08 September 2012

CROSS OVER

TENTANG CROSS OVER
Sesuai dengan namanya, 
alat ini digunakan untuk memisahkan frekuensi rendah, menengah atau tinggi atau 
bila diaplikasikan pada speaker alat ini memiliki beberapa varian seperti: 
  2-way crossover artinya alat ini hanya memisahkan frekuensi low dan high 
  saja3-way crossover artinya alat ini memisahkan frekuensi low, mid dan high
  4-way crossover artinya alat ini memisahkan frekuensi low, low mid, high mid 
  dan high atau frekuensi sub, low, high dan super high.
Semakin banyak pemisahan sinyal maka frekuensi yang tercacah akan semakin detil 
dan secara otomatis akan memerlukan lebih banyak power amp yang dipakai untuk 
men-drive speaker yang dimaksud. 
Pada era digital ini, analog crossover lebih jarang dipakai untuk keperluan yang 
lebih rumit. Banyak yang lebih menggunakan digital crossover yang memiliki fitur 
yang lebih lengkap selain fitur crossovernya sendiri, diantaranya fitur 
compressor/limiter, ekualisasi baik yang grafik atau yang parametrik, delay 
alignment dan lain-lain. Untuk itu sering digunakan istilah LMS atau Loudspeaker 
Management System sebagai pengganti istilah crossover. 

NOISE GATE

TENTANG NOISE GATE

Noise Gate 
Menurut Fry, bahasa teknis dari fungsi alat ini adalah sebuah alat pemroses 
sinyal audio yang menutup sebuah sinyal ketika level dari sinyal tersebut di 
bawah threshold yang telah kita tentukan sebelumnya. Ketika level dari sebuah 
sinyal berada di bawah threshold maka gate ini akan menutup dan ketika sinyal 
tersebut berada di atas threshold maka gate ini akan membuka dan membiarkan 
sinyal ini lewat dengan bebas.


Dengan bahasa yang sederhana, sesuai dengan namanya alat ini berfungsi sebagai 
“gerbang” untuk sinyal masuk dan lewat. Bila sinyal yang masuk berada “di bawah 
ketentuan” (under threshold) maka gate ini akan berfungsi untuk menutup sinyal 
tersebut. Demikian pula sebaliknya.


Pemakaian alat ini lebih banyak pada drum untuk keperluan live, karena untuk 
menghindari mic drum yang dipakai saling “terbocori” oleh suara dari komponen 
drum yang lain. Bila ditempatkan pada aplikasi snare maka ketika snare tidak 
dipukul maka mic snare tidak akan menerima “bocoran” sinyal dari komponen drum 
yang lain seperti tom, kick drum, bahkan cymbal sekalipun.
 Smoga bermanfaat..:)

Sama dengan compressor/limiter, kebanyakan noise gate diciptakan hanya 2 channel 
saja atau lebih dikenal sebagai Dual Noise Gate. Hanya pada beberapa merek 
tertentu diciptakan 4 channel noise gate atau yang lebih dikenal sebagai Quad 
Noise Gate. 

Sabtu, 13 Juni 2009

jroning batin.

Ciptaan Sabtu Nan Cerah
Rilies Ulang By Titis

Minggu, 10 Mei 2009

SIKLUS TREND MUSIK INDONESIA

SIKLUS TREND MUSIK INDONESIA

FenomenaMelihat beberapa hit tembang atau lagu yang muncul di televisi dan radio akhir-akhir ini saya jadi teringat masa-masa kejayaan penyanyi solo ketika saya masih duduk di sekolah dasar. Contoh kongkrit ketika saat ini lagu oleh anak band seperti ST 12, Kangen, Wali, Ecapede, lagu-lagu mereka yang ceria, humor dan easy listening dapat merujuk pada lagu milik Ari Wibowo, Muklas Ade Putra, Jamal Mirdad, Farid Harja Alm, Doel Sumbang dll. Kemudian lagu-lagu penyanyi solo seperti BCL, Aura Kasih, Ussy S dan banyak lagi yang lain. akan merujuk pada masa kejayaan penyanyi solo wanita masa Cicha, Maya Rumantir, Dina Mariana, Euis Darliah dll yang waktu itu juga mengharu biru. Di mana lagu-lagu seperti ini di akhir millennium 2 dan awal millennium 3 benar-benar tidak mendapat tempat di penikmat musik Indonesia. Dengan kalimat lain tahun 90 an dan awal 2000 merupakan tahun berjayanya lagu-lagu yang mengusung genre konvensional seperti Rock, Rap, Metal, Hip Metal, Jazz dan R&B, Brith Pop, Emmo, Rethro Dll yang masing-masing punya pangsa pendengar sendiri. Dan uniknya lagi masa itu band lebih terakomodir dari pada penyanyi solo. Saat ini penyanyi solo sama terakomodirnya dengan band persis sama kondisinya ketika tahun 80 an. Kita tentu mengenal Broery Pesolima Alm, Hari Mukti, Ikang Fawzi dll yang di top lagu-lagu radio dan televisi tidak kalah dengan SAS, God Bless, Gank Pegangsaan dll.

AnalisaPerputaran atau siklus seperti yang didiskripsikan di atas menurut saya ada 2 versi analisa, Yang pertama karena adanya kejenuhan dari pendengar musik dan kerinduan pada masa lampau sehigga ketika lagu- lagu yang top berdasar uraian awal terdengar langsung teringat masalampau baik dari yang sadar maupun alam bawah sadar lagu-lagu ini enak didengar, setelah sekian tahun disuguhi musik di luar “aliran” ini. Walaupun Yovi n The Nuno menulis lagu yang yang sedikit mengejek penikmat musik seperti ini katanya seperti katak dalam tempurung (dalam lirik Ku Taksuka Lagu Ini) tapi ternyata banyak kalangan pemain musik sendiri yang notabene lumayan ber skill (koresponden orang sekitar penulis) suka juga terhadap lagu2 ini. Jadi lagu-lagu ini tidak hanya dinikmati orang yang awam bermusik saja walaupun banyak yang bilang lagu kacangan. Analisa kedua karena memang sudah siklus musik seperti ini jadi berputar seperti roda yang jalan di mana satu titik bisa di atas, turun dan kembali ke atas, seperti ketika band2 70an seperti koesplus, the Mercys, Pambers, AKA dll banyak ditinggal pendengar menuju era musik humor kata orang waktu itu (di awali Ari Wibowo dengan Madu dan Racun). Kemudian muncul penyanyi melankolis diawali boomingnya lagu Antara Cinta dan Dusta milik Betharia Sonata dan seterusnya.

Prediksi
Berdasar analisa pertama penulis memprediksikan lagu lagu yang mudah top yang akan datang adalah lagu2 daur ulang yang mana sudah dirindukan kembali oleh pendengar dan masing-masing lagu daur ulang mewakili masa kecil pendengarnya tergantung kapan lagu itu pertama kali menjadi hit. Dengan syarat lagu yang di daur ulang adalah lagu yang muncul di saat penikmat musik intensif saat ini (usia 15 S/d 40 tahun) sudah dilahirkan, saat ini berarti lagu-lagu tahun 80 sampai dengan akhir 90an
Berdasar analisa kedua, karena itu memang siklus waktu, setelah kemunculan Betharia Sonata dan kawan-kawan lagu-lagu balada dan social krisis seperti milik Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Frangki Sahilatua, Sirkus Barrock, Swami, Kantata Takwa merajai musik Indonesia. Maka masa berikut musik seperti milik mereka yang terakhir disebut, yang tanpa lirik percintaan akan mendapat hati pendengar berikutnya. karena memang itu sudah siklus.
Masalah benar tidaknya pemikiran saya silahkan anda sendiri yang menentukan he.he…. karena penulisan ini tanpa daftar pustaka, rujukan, kuisioner dan pendataan yang intensif..........
By Titis SA

Selasa, 05 Mei 2009

Senin, 04 Mei 2009

DARI KAMI UNTUK ANDA

STUDIO MUSIK SA
Sewa Studio (latihan Band) : 30.000/2jam
Recording Multitrack : 50.000/jam

Sewa Sound Sistem (untuk di yogyakarta)
Format Studio : 800.000
+ sound Out 2000w : 1.300.000
+ Sound Out 5000w : 1.800.000
+ Sound Out 7500w : 2.300.000
+ sound Out 10000w : 2.800.000

sound tanpa alat band : Mulai 300.000

Menyewakan juga Lighting, Stage, Smoke Gun, dan asesoris showbiz lainnya

CP : Titis telp :0274 4477548
hunt:08122737277