SMS gratis

Minggu, 10 Mei 2009

SIKLUS TREND MUSIK INDONESIA

SIKLUS TREND MUSIK INDONESIA

FenomenaMelihat beberapa hit tembang atau lagu yang muncul di televisi dan radio akhir-akhir ini saya jadi teringat masa-masa kejayaan penyanyi solo ketika saya masih duduk di sekolah dasar. Contoh kongkrit ketika saat ini lagu oleh anak band seperti ST 12, Kangen, Wali, Ecapede, lagu-lagu mereka yang ceria, humor dan easy listening dapat merujuk pada lagu milik Ari Wibowo, Muklas Ade Putra, Jamal Mirdad, Farid Harja Alm, Doel Sumbang dll. Kemudian lagu-lagu penyanyi solo seperti BCL, Aura Kasih, Ussy S dan banyak lagi yang lain. akan merujuk pada masa kejayaan penyanyi solo wanita masa Cicha, Maya Rumantir, Dina Mariana, Euis Darliah dll yang waktu itu juga mengharu biru. Di mana lagu-lagu seperti ini di akhir millennium 2 dan awal millennium 3 benar-benar tidak mendapat tempat di penikmat musik Indonesia. Dengan kalimat lain tahun 90 an dan awal 2000 merupakan tahun berjayanya lagu-lagu yang mengusung genre konvensional seperti Rock, Rap, Metal, Hip Metal, Jazz dan R&B, Brith Pop, Emmo, Rethro Dll yang masing-masing punya pangsa pendengar sendiri. Dan uniknya lagi masa itu band lebih terakomodir dari pada penyanyi solo. Saat ini penyanyi solo sama terakomodirnya dengan band persis sama kondisinya ketika tahun 80 an. Kita tentu mengenal Broery Pesolima Alm, Hari Mukti, Ikang Fawzi dll yang di top lagu-lagu radio dan televisi tidak kalah dengan SAS, God Bless, Gank Pegangsaan dll.

AnalisaPerputaran atau siklus seperti yang didiskripsikan di atas menurut saya ada 2 versi analisa, Yang pertama karena adanya kejenuhan dari pendengar musik dan kerinduan pada masa lampau sehigga ketika lagu- lagu yang top berdasar uraian awal terdengar langsung teringat masalampau baik dari yang sadar maupun alam bawah sadar lagu-lagu ini enak didengar, setelah sekian tahun disuguhi musik di luar “aliran” ini. Walaupun Yovi n The Nuno menulis lagu yang yang sedikit mengejek penikmat musik seperti ini katanya seperti katak dalam tempurung (dalam lirik Ku Taksuka Lagu Ini) tapi ternyata banyak kalangan pemain musik sendiri yang notabene lumayan ber skill (koresponden orang sekitar penulis) suka juga terhadap lagu2 ini. Jadi lagu-lagu ini tidak hanya dinikmati orang yang awam bermusik saja walaupun banyak yang bilang lagu kacangan. Analisa kedua karena memang sudah siklus musik seperti ini jadi berputar seperti roda yang jalan di mana satu titik bisa di atas, turun dan kembali ke atas, seperti ketika band2 70an seperti koesplus, the Mercys, Pambers, AKA dll banyak ditinggal pendengar menuju era musik humor kata orang waktu itu (di awali Ari Wibowo dengan Madu dan Racun). Kemudian muncul penyanyi melankolis diawali boomingnya lagu Antara Cinta dan Dusta milik Betharia Sonata dan seterusnya.

Prediksi
Berdasar analisa pertama penulis memprediksikan lagu lagu yang mudah top yang akan datang adalah lagu2 daur ulang yang mana sudah dirindukan kembali oleh pendengar dan masing-masing lagu daur ulang mewakili masa kecil pendengarnya tergantung kapan lagu itu pertama kali menjadi hit. Dengan syarat lagu yang di daur ulang adalah lagu yang muncul di saat penikmat musik intensif saat ini (usia 15 S/d 40 tahun) sudah dilahirkan, saat ini berarti lagu-lagu tahun 80 sampai dengan akhir 90an
Berdasar analisa kedua, karena itu memang siklus waktu, setelah kemunculan Betharia Sonata dan kawan-kawan lagu-lagu balada dan social krisis seperti milik Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Frangki Sahilatua, Sirkus Barrock, Swami, Kantata Takwa merajai musik Indonesia. Maka masa berikut musik seperti milik mereka yang terakhir disebut, yang tanpa lirik percintaan akan mendapat hati pendengar berikutnya. karena memang itu sudah siklus.
Masalah benar tidaknya pemikiran saya silahkan anda sendiri yang menentukan he.he…. karena penulisan ini tanpa daftar pustaka, rujukan, kuisioner dan pendataan yang intensif..........
By Titis SA

1 komentar: